Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Perjalanan tanpa Tuju dan Temu

Sore itu aku sedang berada di atas motor di salah satu jalan protokol penghubung antar kabupaten. Tampak matahari mulai tergelincir mendekati peraduan. Total tiga jam sudah aku berkendara. Sendirian.  Tampak jalanan mulai menanjak memasuki kota Malang. Pergantian dari kota Industri ke kota yang dingin membuat keringatku sedikit lega yang sedari tadi sudah buncah keluar.  128 km kali ini memang sengaja ingin ku lewati sendirian. Bukan dari jendela bis atau kursi kereta api. Memilih menaiki motor dengan ditemani alunan syair di telinga rupanya adalah pilihan terbaik. Meskipun tanpa tuju dan temu, aku yakin keputusanku melakukan perjalanan kali ini adalah untuk mengeluarkan semua yang menurutku terlalu sesak untuk terus berada di pikiran dan perasaanku. Ya, setidaknya dengan aku ke Malang aku bisa menghirup udara yang sama denganmu. Meskipun seperti kataku tadi. Tanpa tuju dan temu.  Ku tengok jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul empat sore lewat sepuluh menit. Seteng...

Postingan Terbaru

Takdir (Yang Mungkin) Tak Selalu Buruk

Membiarkanku Sendiri

Atmosfer Kala Itu

Semu...

Melihat Jauh di Angan

Pengalaman Operasi Abses Vulva / Kista Bartholin

Menghapusmu Merupakan Sebuah Keniscayaan

Ku Kira Kau akan Datang (Lagi)

Ketika Malam Panjang Penuh Sepi Mulai Datang

Hanya Saja Dulu Ku tak Tahu