Hanya Saja Dulu Ku tak Tahu
Setahun lalu, ku kata hujan masih indah dinikmati sendirian. Ditemani lamun dan ditutup lelehan air mata. Dan sekarang, hujan ternyata juga indah dinikmati ketika ku bercengkrama berdua denganmu.
Setahun lalu, ku kata lagi dalam hati, janji dengan diri sendiri, akan ku lupakan semua harap yang selama ini masih menggantung di angan.
Sekarang pula, harapan yang ku coba lupakan ternyata tak terbukti selalu di akhiri dengan lelehan air mata.
Bercengkrama di angan lebih indah daripada merasakan kehampaan di dunia nyata, kataku dulu.
Karena belum pernah merasakan saja kalau lontaran candamu ternyata memunculkan gelak tawaku. Yang bisa memercikkan kebahagiaan sederhana dalam hati.
Menyendiri dengan angan lebih indah daripada membayangkan kehadiranmu yang fana, lagi-lagi kataku dulu.
Belum pernah saja merasakan kalau ternyata senggolan usilmu bisa berbuntut tawa terbahak tak berkesudahan. Yang menyisakan sungging senyum dalam lelap.
Sengaja menjaga obrolan biar bisa berlama-lama denganmu dalam chat. Namun pada akhirnya berakhir dengan kata-kata menggantung karena pesan sengaja tak dibaca.
Ternyata sekarang, sampai susah aku menghitung berapa pesan yang kita kirim sejam terakhir. Saking banyak dan tak berkesudahan.
Komentar
Posting Komentar