Ada pepatah mengatakan, hanya dibutuhkan waktu sekejap untuk mencintai seseorang. Sampai ada ungkapan 'Love at the First Sight'.. atau mungkin ada banyak lagi disana ungkapan - ungkapan lain yang menjelaskan bagaimana dengan mudahnya orang bisa merasa jatuh cinta. Okelah, itu mungkin sudah kodrat yang ditakdirkan sang pencipta untuk manusia. Saya juga bukan pakar atau bahkan ahli cinta yang bisa menjelaskan bagaimana asal muasal mengapa orang bisa dengan cepatnya menaruh hati kepada seseorang. Dalam tahap ini mungkin belum 'CINTA' namanya. Lebih ke naksir atau kagum saja. Membicarakannya lebih lanjut, kita akan menemukan ungkapan baru lagi yang berkesinambungan dengan obrolan ini, yaitu : Witing Tresno Jalaran Soko Kulino yang artinya, rasa suka ditimbulkan karena kebiasaan. Kelanjutan dari rasa kagum yang bisa muncul hanya dalam beberapa detik, rasa kagum tersebut akan bertambah menjadi 'SUKA'.
Membicarakan suka atau jatuh cinta tentu bisa membangkitkan memori otak tentang kenangan - kenangan manis, yah.. karena jatuh cinta identik dengan kebahagiaan. Setiap segala sesuatu pasti mempunyai dua sisi. Begitupun dengan CINTA. Ada jatuh cinta, juga ada putus cinta. Berbeda 180 derajat dengan jatuh cinta yang bisa terjadi hanya dalam beberapa waktu saja. Putus cinta bisa memakan waktu yang sangat lama. Dalam kasus cinta yang sangat ekstrem, luka yang ditimbulkan dalam putus cinta bisa menganga dan tidak akan pernah sembuh. Karena apa? Kok bisa begitu? Jawaban mudah, yang tadi juga sudah disinggung. Karena 'KEBIASAAN'. Yah.. kebiasaan yang dari dulunya selalu ada pasangan, ada yang memperhatikan, ada yang merangkul ketika sedih, dan semua itu tentu akan jadi sangat berubah ketika putus cinta.
Aku juga terbiasa.
BalasHapus